Iklankan di sini

Akibat Berbuat Dosa!

Assalamualaikum!
Pagi tadi sewaktu perhimpunan pagi di sekolah, seorang wakil pelajar memberi tazkirah yang amat baik untuk jiwa saya. Ayuh kita renung dan tanya diri kita, sejauh mana prestasi amal kita hingga kini...
Tahukah Anda sekalian apa akibat yang menimpa diri kita jika kita melakukan maksiat ? Ibnu Qayyim Al-Jauziyah telah meneliti tentang hal ini. Menurutnya, ada 22 akibat yang akan menimpa diri kita. Karena itu, renungkahlah, wahai orang-orang yang berakal!

Akibat yang PERTAMA adalah maksiat akan menghalangi diri kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan

Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Tapi ketahuilah, kemaksiatan dalam hati kita dapat menghalangi dan memadamkan cahaya itu. Suatu ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi’i yang luar biasa. Imam Malik berkata, “Aku melihat ALLAH telah menyiratkan dan memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat.”

Akibat yang KEDUA adalah maksiat akan menghalangi Rezeki

Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan berarti menimbulkan kefakiran. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.” (HR. Ahmad)

Akibat ,KETIGA maksiat membuat kita berjarak dengan ALLAH

Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, “Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu. Dalam hati kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa.”

Akibat maksiat yang KEEMPAT adalah kita akan punya jarak dengan orang-orang baik.

Semakin banyak dan semakin berat maksiat yang kita lakukan, akan semakin jauh pula jarak kita dengan orang-orang baik. Sungguh jiwa kita akan kesepian. Sunyi. Dan jiwa kita yang gersang tanpa sentuhan orang-orang baik itu, akan berdampak pada hubungan kita dengan keluarga, istri, anak-anak, dan bahkan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, “Sesungguhnya aku bermaksiat kepada ALLAH, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang (kendaraan) dan istriku.”

Akibat KELIMA maksiat membuat sulit semua urusan kita
Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka kemaksiatan akan mempesulit segala urusan pelakunya. Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gulita. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.”

Akibat KEENAM, maksiat melemahkan hati dan badan

Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya. Tapi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah. Tidak ada kekuatan dalam dirinya.

Wahai Saudaraku, lihatlah bagaimana menyatunya kekuatan fisik dan hati kaum muslimin pada diri generasi pertama. Para sahabat berhasil mengalahkan kekuatan fisik tentara bangsa Persia dan Romawi padahal para sahabat berperang dalam keadaan berpuasa!

Akibat maksiat yang KETUJUH adalah kita terhalang untuk taat

Orang yang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat. Orang yang berbuat masiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi mengalami sakit berkepanjangan. Sakit itu menghalanginya dari memakan makanan lain yang lebih baik. Begitulah. Jika kita hobi berbuat masiat, kita akan terhalang untuk berbuat taat.

Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahan
Ini akibat maksiat yang KELAPAN. Pada dasarnya, umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Padahal, tidak ada kehidupan kecuali jika hidup itu dihabiskan untuk ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada Allah serta mencari keridhaan-Nya.

Jika usia kita saat ini 40 tahun. Tiga per empatnya kita isi dengan maksiat. Dalam kacamata iman, usia kita tak lebih hanya 10 tahun saja. Yang 30 tahun adalah kesia-siaan dan tidak memberi berkah sedikitpun. Inilah maksud pendeknya umur pelaku maksiat.

Sementara, Imam Nawawi yang hanya diberi usia 30 tahun oleh ALLAH SWT. Usianya begitu panjang. Sebab, hidupnya meski pendek namun berkah. Kitab Riyadhush Shalihin dan Hadits Arbain yang ditulisnya memberinya keberkahan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan datang.

Akibat KESEMBILANmaksiat menumbuhkan maksiat lain

Seorang ulama salaf berkata, jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan bagi pelakunya.

Karena itu, hati-hatilah, Saudaraku. Jangan sekali-kali mencoba berbuat maksiat. Kalian akan ketagihan dan tidak bisa lagi berhenti jika sudah jadi kebiasaan!

Maksiat mematikan bisikan hati nurani
Ini akibat berbuat maksiat yang KESEPULUH Maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan. Dan sebaliknya, akan menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat pun dapat memutuskan keinginan hati untuk bertobat. Inilah yang menjadikan penyakit hati paling besar: kita tidak bisa mengendalikan hati kita sendiri. Hati kita menjadi liar mengikuti jejak maksiat ke maksiat yang lain.

Jika sudah seperti itu, hati kita akan melihat maksiat begitu indah. Tidak ada keburukan sama sekaliSetakat itu dahulu. Insyaallah akan disambung lagi..
Sama-sama kita berdoa agar ALlah menerima amal dan taubat kita. Entah berapa lama lagi Allah izin nadi kita berdenyut.. Doakan saya dan kita semua menemuiNya dalam pengakhiran yang baik.
Ya Allah, Tuhan yang Maha Lembut, pandanglah kami dengan pandangan rahmat dan kasih sayangMu..
Moga Allah SAYANG saya, kamu dan kita semua. AmEEn~~

3 comments

mu'minah said...

mar,
jazakillah atas perkongsian yang begitu berbekas pada hati. ina tunggu lagi 12 mar! barakallah fiik mar!

and, mubarak!!! dengar kabo sm kg laut result cemerlang baru ni spm!alhamdulillah! ni mesti sbb cikgu2 macam mar^^
alhamdulillah!

marisymarjan said...

MasyaAllah am-ina ~___^

Masa student ana bg penyampaian tentang perkara ni, ana pun sangat terasa. Astaghfirullah.. Lebih2 lagi bila duk rumah ni banyak perkara kena start sendiri. Kalau dulu ada je masa bersama sahibah2 macam ina..

InsyaAllah nanti ana kongsilagi ^^

mOmO said...

tapi manusia kadang2 tak menyedarinya...
masih lagi memikirkan KENAPA? mereka menghadapi kesulitan dalam hidup ini...
Dan menyalahkan orang lain atau lebih dahsyat lagi melabelkan tuhan itu tidak adil...
tapi rupanya-rupanya kerana tangan-tangan mereka sendiri...
=,[